Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua Gubernur Emanuel Melkias Laka Lena melayangkan kritikan keras terhadap kinerja jajaran pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Hal ini diungkapkan Gubernur NTT menyusul tragedi meninggalnya seorang anak akibat kemiskinan di Kabupaten Ngada. Menurut Gubernur, insiden ini sebagai satu pukulan keras atas kegagalan pranata sosial dan pemerintahan di NTT.
Gubernur mengungkapkan rasa keprihatinannya yang mendalam terkait laporan adanya seorang anak asal Kabupaten Ngada yang meninggal dunia karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah berupa buku dan bolpoin.
”Di tengah kita semua bisa duduk seperti ini, masih banyak di NTT ini warga negara yang mati hanya karena dia miskin,” ujar Gubernur dengan nada tegas.
Tak hanya itu, peristiwa ini telah menarik perhatian nasional, di mana sejumlah Menteri dan pimpinan DPR RI langsung menghubungi dirinya untuk mempertanyakan kondisi di NTT.
Gubernur sesalkan keterlambatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada dalam menangani keluarga korban. Sesuai konfirmasi terakhir, dilaporkan belum ada perwakilan resmi dari Pemda setempat yang turun ke lapangan untuk memberikan bantuan yang diperlukan.
”Saya WA pimpinan daerahnya, lama sekali kasih respon. Akhirnya saya minta orang saya sendiri turun cek,” ungkapnya. Beliau juga memberikan teguran langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Ngada yang hadir dalam forum tersebut, menekankan bahwa pemerintah seharusnya malu atas kejadian ini.
”Guna apa kita punya perangkat itu, PKH, perangkat sosial segala macam, uang alir triliunan ke NTT urusan orang miskin, tapi masih ada yang mati karena urusan begini,” tegas Gubernur.
Sebagai tindak lanjut, Gubernur memerintahkan agar keluarga korban segera diurus secara layak, termasuk memastikan pemakaman yang manusiawi. Ia juga mengancam akan mengambil tindakan tegas dan menuntut pertanggungjawaban para pejabat terkait jika kejadian serupa terulang kembali.
Gubernur NTT instruksikan secara berjenjang sampai bertingkat RT/RW untuk memastikan kondisi masyarakat, dan dak boleh lagi ada orang mati hanya karena kita abai,” pungkasnya.***

