Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua. Bupati Belu, Willybrodus Lay terus berkomitmen untuk kembangkan peternakan di Kabupaten Belu sebagai wilayah perbatasan RI-RDTL.
Hal tersebut, dibuktikan Bupati Belu Willybrodus Lay dengan berkolaborasi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya yang berlangsung dalam kegiatan Peace Vaganza yang di Hall Sriwijaya, Lantai 5 Gedung Assec Tower Universitas Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Belu Willybrodus Lay menyampaikan pemaparannya tentang Kabupaten Belu memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil ternak, khususnya pada era 1970–1980-an.
Dijelaskan Bupati Belu, Kabupaten Belu pernah menjadi salah satu daerah penyuplai ternak ke Jakarta. Namun seiring waktu, populasi ternak di Kabupaten Belu mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Presiden kita memiliki program Asta Cita, salah satunya adalah pemberian susu bagi anak sekolah. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi kami di Belu untuk kembali membangkitkan sektor peternakan,” ungkap Bupati Belu.
Hingga saat ini, Lanjut Bupati Belu, Pemerintah Kabupaten Belu telah memulai program penyediaan pakan ternak melalui kegiatan penanaman rumput pakan seluas kurang lebih 100 hektare di kawasan Sonis Laloran, tanah milik Pemerintah Kabupaten Belu.
Menurut Bupati Belu, 100 hektar Pemerintah Daerah di kawasan Sonis Laloran bisa dijadikan sebagai pilot project. Program ini dilaksanakan secara gotong royong bersama seluruh ASN.
“Pakan ternak sudah kami siapkan, silase sudah jadi. Target kami sekitar bulan Juni–Juli, pakan sudah tersedia dan kami bisa mendatangkan sapi perah dari Jawa Timur untuk dikembangkan di Nusa Tenggara Timur,” harapnya.
Tak hanya itu, saat ini, Pemerintah akan fokus pada peningkatan skill dan kapasitas peternak untuk bisa kembangkan peternakan di Kabupaten Belu. tutupnya***

