primamultimedia. Com. Atambua. Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, menyerahkan bantuan sosial kepada anak-anak asuh Panti Asuhan Bhakti Luhur Cabang Atambua Kabupaten Belu.
Kedatangan Wakil Bupati Belu disambut hangat oleh Suster Aplonia Hoar selaku Pimpinan Panti Asuhan bersama seluruh anak didik yang berlokasi di Susteran Alma, Selasa 28 April 2026
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten Belu terhadap kesejahteraan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Adapun bantuan yang diserahkan antara lain beras sebanyak 250 Kg, Mie Instan 10 dos, Minyak Goreng 24 Liter dan Ikan Kaleng sebanyak 80 kaleng.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, mengaku sangat terharu dan tersentuh saat melihat langsung kondisi dan semangat anak-anak serta para suster di tempat tersebut.
Menurutnya, kehadiran pemerintah adalah sebuah kewajiban, bukan sekadar pemberian hadiah.
“Saya sering lewat sini tapi baru hari ini mampir. Kadang kita di kantor sering menuntut ini itu, lupa bersyukur, dan tidak melihat bahwa masih banyak saudara kita yang sangat membutuhkan. Melihat kondisi di sini hati saya sangat tergugah,” ungkapnya.
Ditegaskan Wakil Bupati Belu, negara hadir melalui pemerintah daerah untuk melindungi dan mensejahterakan rakyat, terutama kaum yang lemah dan membutuhkan.
“Suster tidak perlu berterima kasih, karena ini adalah tugas kami. Pemerintah hadir untuk membantu fakir miskin dan anak-anak terlantar,” tegasnya.
Tak hanya itu, Wakil Bupati berharap kedepan sinergi antara pemerintah dan lembaga-lembaga sosial dapat terus terjalin dengan baik demi masa depan anak-anak Kabupaten Belu.
Sementara Suster Aplonia Hoar selaku pimpinan Panti Asuhan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah.
Lanjut Suster Aplonia, selama ini pihaknya sangat terbantu oleh donatur, khususnya dari Ibu-ibu Legio Maria, namun sangat berharap perhatian pemerintah juga terus mengalir.
“Terima kasih atas perhatian Bapak Wakil Bupati. Kami hanya bisa membalasnya dengan doa.
“Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan keluh kesah kami. Pintu kami terbuka untuk siapa saja tanpa memandang latar belakang agama atau jumlah bantuan yang diberikan,” ujar Suster Aplonia.
Suster Aplonia juga memaparkan kondisi di panti asuhan tersebut. Saat ini terdapat 19 anak dengan berbagai latar belakang, termasuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti autis, down syndrome, dan tunadaksa.
Mereka diasuh oleh 8 orang suster. Selain memohon perhatian berupa kebutuhan sehari-hari, Suster Aplonia juga menyampaikan harapan besar agar dapat dibantuakan sebuah traktor untuk mengolah lahan pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan mereka kedepannya***

