Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua. Komitmen Jane Natalia Suryanto terus menunjukan komitmen dan pengabdiannya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Komitmen dan Pengabdian tersebut dibuktikan dengan mengembangkan pertanian dan peternakan di Kabupaten Belu Perbatasan RI-RDTL. Rabu 10 Desember 205
Sis Jane Natalia Suryanto menyampaikan terimakasih karena telah menghadiri acara panen raya yang ke empat di kebun Jane di Desa Fatubaa Kecamatan Tasifefo Timur.
Menurutnya, kebun Jane lahir dari sebuah mimpi untuk melahirkan pertanian integrasi dengan pengelolaan modern.
Selain itu, kebun Jane itu bukan saja mengembangkan pertanian, tetapi ada peternakan dan perikanan darat yang akan di manfaatkan secara baik.

“Saya mengajak masyarakat dan teman teman media untuk tour keliling bisa melihat bagaimana caranya kebun Jane mengembangkan pertanian dan peternakan di Kabupaten Belu,” ujar Sis Jane.
Dijelaskan Sis Jane, kebun Jane masih fokus cabai kecil, cabai besar, cabai keriting, wortel, sayuran, hingga buah-buahan seperti semangka dan durian.
Tidak hanya itu, ada sisi nilai pemberdayaan dengan keterlibatan kaum ibu -ibu di kebun Jane sebagai tenaga kerja untuk memetikan cabai dan tomat dan lainya.
Lanjut Sis Jane, kebanyakan hasil panen di kebun Jane khususnya tomat dan cabai, dibeli langsung oleh pedagang dari Timor Leste yang datang ke lokasi.
“Kata Sis Jane, biasanya pembelian dari Timor Leste saat ini bahkan lebih banyak dibandingkan pasar Atambua dan Kupang,” ucapnyaHarga jual pun kompetitif. Cabai varietas Dewata dijual di kisaran Rp30.000 per kilogram, sedangkan tomat dijual Rp300.000 per keranjang. Untuk semangka, Jane mematok harga Rp10.000 per buah untuk varian biasa, sementara semangka kuning dijual lebih mahal karena kelangkaannya.
Produktivitas kebun ini pun terbilang fantastis. Tercatat panen cabai telah mencapai 3,7 ton, tomat mencapai 5 ton, dan semangka sebanyak 2 ton.
Ia berharap , kedepan akan merancang konsep pertanian terintegrasi (integrated farming) yang menggabungkan perkebunan, peternakan, dan perikanan darat dengan pengadaan bibit dari luar negeri***

