primamultimedia. Com. Atambua Bupati Belu, Willybrodus Lay menghadiri sosialisasi pekerja migran Indonesia oleh Kementrian perlindungan pekerja migran Indonesia di Kabupaten Belu.
Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman oleh Wakil Menteri Perlindungan perkara migran Indonesia Cristina Aryan berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Selasa 9 Desember 2025.
Dalam kesempatan sosialisasi pekerja migran Indonesia di Kabupaten Belu, Bupati Belu, Willybrodus Lay mengungkapkan tingginya angka kemiskinan di daerah perbatasan, sekaligus memaparkan komitmen anggaran daerah untuk mendukung program migrasi aman.
Tidak hanya itu, Bupati Belu memaparkan data sebaran penduduk miskin prasejahtera Kabupaten Belu per Tahun 2025 berada pada Desil 1–4, mencakup 109.966 jiwa atau 46,86% dari total penduduk.
Di jelaskan Bupati Belu, angka kemiskinan ini menjadi tanggung jawab bersama semua komponen bangsa untuk bersinergi dalam upaya pengurangannya.
Kata Bupati Belu, Pemerintah Kabupaten Belu tidak bisa berjalan sendiri. Ini tanggung jawab bersama semua komponen, stakeholder, dari pusat hingga daerah.
Menurutnya, bentuk dukungan nyata yang sudah dilakukan terhadap kebijakan perlindungan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Pemerintah Kabupaten Belu telah mengalokasikan anggaran signifikan dalam APBD.
Bupati Belu menuturkan, Pada tahun 2025, Pemkab Belu telah mengalokasikan Rp 571 Juta untuk Pendidikan dan Pelatihan Kerja berbasis Kompetensi bagi 56 orang pemuda-pemudi calon PMI yang akan bekerja ke Jepang dan Rp100 Juta untuk perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) bagi pekerja rentan, termasuk ojek dan CPMI pra-penempatan.
Ia berharap, Kebijakan ini akan berlanjut dan ditingkatkan pada tahun 2026, dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 1,2 Miliar untuk pendidikan, pelatihan, dan perlindungan jaminan sosial bagi 4.300 pekerja rentan.
Pasalnya, selama periode 2023 hingga 2025, data penempatan PMI dari Belu mencapai 427 orang di sektor non-formal, dengan tujuan utama Malaysia (416 orang), Singapura (4 orang), dan Hong Kong (2 orang).
Dalam kesempatan sosialisasi pekerja migran Indonesia. Bupati Willy Lay turut mengundang Wamen P2MI untuk mengunjungi 56 pemuda yang sedang menjalani pelatihan bahasa Jepang di Lembaga Pendidikan Latihan Bahasa pada Binawan Foundation Emaus Nenuk.
Selain itu, Bupati Belu juga sampaikan kekhawatiran serius mengenai pengurangan Dana Transfer Daerah (TKD) sebesar Rp 105 Miliar pada tahun anggaran berikutnya untuk mengatasi persoalan kemiskinan di Kabupaten Belu.
Bupati Belu berharap, dengan kunjungan kerja Ibu Wakil Menteri dan rombongan akan membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menyampaikan salam untuk Menteri P2MI, Mukhtarudin***

