Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua. YKPA sebagai mitra ChildFund International di Indonesia melaksanakan kegiatan Ceremonial Phase Out sebagai bentuk penutupan fase pendampingan program di Kabupaten Belu
Penutupan fase pendampingan bersama masyarakat di 7 wilayah dampingan Kabupaten Belu, yaitu Desa Dualaus, Desa Kabuna, Kelurahan Manumutin, Desa Manuaman, Kelurahan Fatukbot, Desa Naekasa, dan Desa Silawan. Rabu 24 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas berbagai proses, kolaborasi, serta capaian program yang telah berjalan dalam mendukung pemenuhan hak anak, pendidikan, perlindungan anak, penguatan keluarga, peran orang muda, serta peningkatan kapasitas masyarakat di wilayah dampingan.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Belu, Asisten 1 Setda Kabupaten Belu, Drs. Kornelis Umbu K. Biri memberikan apresiasi terhadap kerja sama dan kontribusi YKPA sebagai mitra ChildFund International di Indonesia dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berfokus pada pemenuhan hak anak, penguatan keluarga, pemberdayaan orang muda, pendidikan, perlindungan anak, serta peningkatan ketahanan masyarakat.
Tindak lanjut program ke depan perlu terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan mitra pembangunan agar setiap program yang telah berjalan dapat berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi anak-anak dan keluarga di Kabupaten Belu.
Program-program yang telah dilaksanakan menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, dan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi.
Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen untuk terus mendukung koordinasi, integrasi program, dan kolaborasi lintas sektor sehingga praktik baik yang sudah dibangun bersama YKPA Mitra ChildFund International dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sementara,Tabita Kale sebagaSenior Project ChildFund International di Indonesia Wilayah NTT) menyampaikan kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kolaborasi yang telah terbangun selama ini dalam mendampingi masyarakat, khususnya anak-anak, keluarga, dan orang muda di Kabupaten Belu.
Melalui kemitraan bersama YKPA, berbagai program telah berjalan dengan semangat kolaborasi, mulai dari penguatan perlindungan anak, pendidikan, pemberdayaan orang muda, hingga upaya peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kami melihat bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari keterlibatan aktif pemerintah, masyarakat, dan seluruh mitra yang memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan anak-anak,” ujarnya.
Ke depan, kami berharap dukungan dan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Belu dapat terus diperkuat, terutama dalam menindaklanjuti program-program yang telah dibangun bersama YKPA sebagai mitra ChildFund Keberlanjutan program membutuhkan sinergi agar berbagai praktik baik yang sudah berjalan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, lembaga mitra, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Belu,” ungkapnya.
Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang telah diberikan. Semoga kolaborasi ini terus berkembang dan membawa dampak positif bagi masyarakat Belu.
Selanjutnya, Bernadina Dhana Ketua YKPA Yayasan Karunia Pengembangan Anak menyampaikan hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi merupakan awal dari kemandirian dan keberlanjutan program-program yang telah kita bangun bersama.
Lanjutnya, selama proses pendampingan, YKPA bersama ChildFund Internasional di Indonesia hadir untuk mendukung desa, sekolah, keluarga, anak-anak, dan orang muda melalui berbagai program yang bertujuan memperkuat perlindungan anak, pendidikan, serta peningkatan peran Masyarakat di kabupaten Belu.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa, sekolah, para kader, kelompok masyarakat, orang tua, anak-anak, dan orang muda yang telah terlibat aktif dalam setiap proses kegiatan,” ujarnya
Keberhasilan program ini bukan hanya karena kerja YKPA dan ChildFund, tetapi karena adanya komitmen, dukungan, dan rasa memiliki dari seluruh pihak di desa.harapan terbesar kami adalah agar desa-desa dapat melanjutkan nilai, pengetahuan, dan praktik baik yang sudah dibangun bersama.
Kemandirian desa menjadi kunci utama agar berbagai inisiatif yang sudah berjalan dapat terus berkembang, menjadi bagian dari perencanaan desa, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat terutama anak-anak dan generasi muda.
“Kami percaya bahwa desa memiliki kemampuan, sumber daya, dan potensi besar untuk melanjutkan program-program ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah, berbagai tantangan ke depan dapat dihadapi bersama.
Kepada 7 desa di Kabupaten Belu, kami menitipkan pesan: tetaplah menjaga semangat gotong royong, terus melibatkan anak dan orang muda dalam pembangunan desa, serta memastikan bahwa suara dan kebutuhan anak tetap menjadi perhatian utama dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Akhir kata, kami dari YKPA mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kepercayaan yang telah diberikan selama proses pendampingan ini. Terima kasih kepada ChildFund Internasional di Indonesia atas dukungan dan kemitraan yang luar biasa. Semoga apa yang sudah kita tanam bersama hari ini menjadi fondasi kuat bagi desa-desa yang mandiri, tangguh, dan ramah anak.
Kegiatan penutupan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kemitraan serta mendorong keberlanjutan nilai-nilai positif yang telah dibangun bersama, khususnya dalam bidang perlindungan anak, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan Kabupaten Belu, di antaranya OPD terkait seperti BP4D Kabupaten Belu, Dinas Sosial PMD Belu, Dinas PKO Belu, Dinas BP3AP2KB Belu, para Camat dari Kecamatan Kakuluk Mesak, Tasifeto Barat (Tasbar), dan Tasifeto Timur (Tastim), para Lurah dan Kepala Desa, serta para Kepala Sekolah dan guru dari sekolah dampingan.Turut hadir pula para Tutor/Pengelola PAUD, Orang Tua Anak Sponsorship, HIMPAUDI Kabupaten Belu, Orang Muda Desa dan Kelurahan, anak-anak PAUD, SD, dan SMA, serta para Tokoh Masyarakat.***

