Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian menyaksikan langsung Festival Fulan Fehan tadi Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.
Festival Fulan Fehan yang menampilkan tarian kolosal likurai berlangsung di padang savana Fulan Fehan. Sabtu 27 Juni 2026
Sesuai pantauan media, Festival Fulan Fehan Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya terhadap Pemerintah Kabupaten yang telah menyelenggarakan Festival Fulan Fehan.
“Hari ini, saya merasa bahagia bisa hadir dan menyaksikan Festival Fulan Fehan untuk mempererat persahabatan di wilayah perbatasan”, ujar Tito Karnavian.
Festival Fulan Fehan sangat menarik karena adanya perpaduan tarian kolosal untuk empat suku di sekitar Belu menjadi satu kesatuan yang harmonis demi mempersahabatan.
“Setelah melihat kain adat tenun dari Belu sebagai kekayaan tenun dari Provinsi NTT. Sebagai warga Negara Indonesia, saya merasa bangga memiliki kekayaan budaya dan seni yang luar biasa,” ujar Mendagri.

Tak hanya itu, Tito Karnavian menegaskan, kain tenun Belu dan NTT bukan hanya sekadar karya seni biasa, tetapi sudah diwarisi secara turun-temurun ribuan tahun yang lalu.
Menurut Tito Karnavian, selain ada keunikan dan keindahan kain tenun tradisional ini, ada nilai historis yang bisa memikat perhatian internasional.
Tito Karnavian berharap, melalui Festival Fulan Fehan dapat mempererat persahabatan semakin kuat dengan kehadiran delegasi dari negara tetangga, Timor Leste, dan Darwin Australia demi membangun hubungan diplomatik antar negara tetangga melalui kebudayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan terima kasih kepada Bupati Belu Willybrodus Lay, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, para pengrajin tenun dan anak sekolah yang menampilkan tarian kolosal likurai.
Menutup sambutanya, Mendagri Tito Karnavian berharap Festival Fulan Fehan dapat kembali digelar tahun depan dengan persiapan yang lebih meriah serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah perbatasan ***

