primamultimedia. Com. Atambua. Akibat Curah tinggi di wilayah Kabupaten Belu mengakibatkan beberapa ruas jalan mengalami kerusakan serius di infrastruktur jalan.
Hal tersebut, diungkapkan oleh Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Belu Edmundus Yakobus Manek, saat melakukan peninjauan langsung di beberapa ruas jalan di Kecamatan Tasifefo Timur dan Kecamatan Nanaet Dubesi Kabupaten Belu. Jumat 6 Jumat 2026.
Sesuai dengan hasil peninjaua, ambruk beberapa ruas jalan tersebut mengakibatkan akses transportasi masyarakat terhambat di beberapa wilayah di Kabupaten Belu.
Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Belu Edmundus Yakobus Manek menyampaikan kondisi akses jalan yang ambruk disebabkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan dan angin yang melanda Kabupaten Belu beberapa pekan ini.
Dijelaskan Mundus, usai dilakukan peninjauan, Dinas teknis PUPR Belu sudah melakukan penanganan darurat deker mengunakan gelagar besi, kini akses jalan penghubung Desa Mantelen, Dafala dan Takirin kembali normal dan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Sebagai Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan III. Tentu saya punya tanggungjawab moril untuk melihat langsung ambruknya sebuah deker penghubung jalan di Desa Manleten,” ujarnya Politisi Hanura Belu.
Tak hanya itu, menanggapi keluhan masyarakat di Lamaken selatan terkait akses jalan di Desa Debululik Kecamatan Lamaknen Selatan.
Lanjut Mundus, sudah diagendakan dalam waktu dekat ini, DPRD dan Pemerintah akan langsung meninjau lokasi di Desa Debululik Kecamatan Lamaknen Selatan.
Selain itu, DPRD Belu sebagai mitra pemerintah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk pembahasan anggaran penanganan darurat sementara untuk akses jalan yang rusak tersebut.
Tak lupa, Ketua Komisi DPRD Belu juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada ditengah curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Belu hingga saat ini***

