Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua Dandim 1605/Belu, Letkol Arh Andi Yunus, S.I.P memperkuat silahturahmi sekaligus konferensi pers bersama wartawan Pena Batas RI-RDTL.
Silahturahmi disertai konferensi pers dengan warga pena batas RI-RDTL berlangsung di Puang Amo Coffee, Jabalmart Atambua. Selasa, 3 Maret 2026.
Dandim 1605/Belu, Letkol Arh Andi Yunus, S.I.P memberikan penjelasan mendalam terkait progres pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) yang sedang gencar dilaksanakan di wilayah perbatasan Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.
Menurut Dandim Belu, percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KMP) di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka dari target total 208 titik lokasi, per hari ini, sebanyak 187 titik lahan telah terpetakan dan terverifikasi oleh Agrinas.
Dijelaskannya, dari target 208 titik, lahan yang masuk portal pemetaan dan terverifikasi oleh Agrinas sudah 187 gedung pembangunan koperasi merah putih yang ada di Kabupaten Belu dan Malaka.
“Kita tetap aktif mencari lahan tersedia untuk membangun gedung koperasi merah putih,” ujar Dandim Belu
Menurutnya, memang dari 208 lahan tidak sekaligus di dapat, karena kendala kepemilikan lahan yang variatif, mulai dari milik masyarakat hingga kementerian.
Tak hanya itu, Dandim Belu menegaskan, progres pembangunan tercepat saat ini tercatat di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, dan Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu.
Ditegaskan Dandim Belu, Pembangunan Koperasi Merah Putih ini menggunakan sistem padat karya, bukan kontraktor, dengan mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal.
Proyek ini didanai oleh Agrinas dengan anggaran per unit sebesar Rp3 Miliar, yang mencakup bangunan fisik, penyediaan mobil, hingga instalasi kelistrikan.
Dandim 1605/Belu, Letkol Arh Andi Yunus, S.I.P memastikan pengerjaan akan terus dikejar untuk memberikan manfaat langsung bagi perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL***

