Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara menggelar PLN EV Tour NTT 2026.
Tour NTT 2026 sebagai bagian dari kampanye percepatan transisi energi dan pemanfaatan kendaraan listrik di Nusa Tenggara Timur.
Tema yang diusung dalam tour NTT 2026 “Melaju Bersama Energi Masa Depan”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 10–11 Februari 2026, dengan titik start dari Kantor PLN UIW NTT Kupang pukul 09.00 WITA.
Manajer PLN UP3 Kupang, Nikolas Adrian menjelaskan EV Tour bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bukti kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ia menuturkan pengalamannya mengemudikan mobil listrik dari Kupang menuju Atambua dengan baterai terisi penuh.Dijelaskannya, tiba di Atambua, baterai masih tersisa sekitar 40 persen. Padahal sempat digunakan untuk kegiatan di Soe.
Lebih lanjut ia menegaskan terkait kekhawatiran masyarakat soal kehabisan baterai di jalan sebenarnya bisa dijawab dengan pengalaman nyata ini,” ujarnya.
Menurutnya, PLN telah menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah titik strategis, termasuk kantor PLN di Oesao, Soe, Kefamenanu, hingga Atambua. Di Kota Kupang, SPKLU juga tersedia di beberapa hotel dan kafe.
Dari sisi biaya, perjalanan Kupang–Atambua menghabiskan sekitar 50 kWh energi. Dengan tarif SPKLU Rp2.500 per kWh, total biaya sekitar Rp125.000. Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil yang bisa menghabiskan Rp300.000–Rp500.000 untuk jarak yang sama.
“Kalau pengisian di rumah dengan tarif listrik rumah tangga Rp1.650 per kWh, tentu lebih murah lagi,” tambahnya.
Selain hemat, kendaraan listrik juga tidak menghasilkan emisi gas buang, sejalan dengan target nasional menuju net zero emission.
Turut hadir, Bupati Belu Willybrodus Lay, unsur Forkopimda termasuk Wakapolres Belu, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi NTT, instansi vertikal, BUMN/BUMD, pimpinan perangkat daerah, serta manajemen Chery sebagai penyedia kendaraan listrik.***.

