Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkias Laka Lena menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional
Hal ini diungkap kepada insan pers: jangan ragu mengkritik pemerintah. Jika salah, katakan salah; jika benar, katakan benar. Tetaplah teguh pada kebenaran. Senin 9 Februari 2026
Gubernur NTT, Emanuel Melkias Laka Lena menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2026 kepada seluruh insan pers, khususnya para jurnalis di NTT.
Melki Laka Lena mengajak media untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas serta berpihak pada kebenaran.
“Saya berharap masyarakat terus dapat menikmati karya-karya jurnalistik yang berkualitas, di berbagai bidang kehidupan dan dari beragam perspektif,” harap Melki
Dijelaskannya, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan bermakna, sehingga masyarakat mampu memahami berbagai peristiwa secara utuh.
Ia berharap, wartawan untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kepada teman-teman wartawan, teruslah bekerja dengan baik. Beritakan yang benar dengan sudut pandang yang tajam dan bermakna, agar masyarakat NTT dapat memahami setiap peristiwa secara utuh,” kata Melki
.Ditegaskan Melki, Pemerintah Provinsi NTT membuka ruang seluas-luasnya bagi pers untuk menyampaikan kritik dan saran demi kemajuan daerah. Ia bahkan meminta media tidak ragu menyampaikan kebenaran kepada publik.
Teruslah memberikan kritik dan saran, meski pahit sekalipun, silakan kepada pemerintah. Kalau pemerintah salah, katakan salah. Kalau benar, katakan benar. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama membuat NTT lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur Melki berharap adanya sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjaga dalam membangun NTT yang aman, maju, dan berkelanjutan.
Secara khusus, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada insan pers yang selama ini konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat, termasuk dalam berbagai peristiwa yang terjadi di daerah, seperti kasus terakhir di Kabupaten Ngada.
Tetaplah menyuarakan hati masyarakat dengan baik. Jangan ragu untuk terus menyampaikan kebenaran sebagai bentuk kontrol sosial***

