Oplus_16908288
primamultimedia. Com Atambua.Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali memasifkan pelaksanaan tes urine untuk mewujudkan lapas bersih dari Narkotika.
Kegiatan ini menyasar seluruh Petugas meliputi Kepala Lapas (Kalapas), pejabat struktural, staf, dan regu pengamanan, serta Warga Binaan yang dipilih secara acak sebagai bentuk pengawasan ketat internal.
Yacoba Lobang selaku Petugas Pengolah Data Kesehatan menyampaikan hari ini, Klinik Lapas Atambua menggelar pemeriksaan urin secara menyeluruh seluruh petugas dan warga binaan bebas dari narkoba.
“Kami telah merampungkan tes urine menyeluruh di klinik Lapas dengan prosedur yang ketat. Hasil olah data kesehatan menunjukkan tidak ada satu pun personel atau warga binaan yang terindikasi menggunakan obat-obatan terlarang. Semuanya dinyatakan negatif,” ungkapnya.
Sementara Kalapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan menekankan bahwa upaya memasifkan tes urine ini adalah bagian dari komitmen “Zero Halinar” (Handphone, Pungli, dan Narkoba).
“Kami tidak main-main. Ini merupakan wujud dukungan Lapas Atambua terhadap Visi & Misi Presiden RI, Prabowo Subianto yang diimplementasikan melalui 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 sebagai upaya pemberantasan narkoba dengan memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas,” tegasnya.
Salah satu Warga Binaan yang mengikuti tes urine, Charles, menyampaikan kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi lingkungan Lapas.
“Kami tidak keberatan dengan tes urine mendadak ini. Justru kami merasa lebih aman karena tahu lingkungan tempat kami tinggal bersih dari narkoba. Ini juga menjadi pengingat bagi saya dan teman-teman untuk terus menjalani pembinaan dengan baik,” ujarnya.
Deteksi dini melalui pemeriksaan urine bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi keterlibatan Pegawai dan Warga Binaan dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Diharapkan Petugas dapat menjadi teladan dan Warga Binaan untuk hidup bersih dari narkoba.***

