Dok. primamultidedia.com
primamultimedia,com. Atambua. Mahasiswa Universitas Gajah Mada Jogjakarta melakukan kuliah kerja nyata dengan pembelajaran Pemberdayaan masyarakat (PPM) di Kabupaten Belu Provinsi NTT
Pembelajaran pemberdayaan masyarakat (PPM) Universitas Gajah Mada (UGM) kolaborasi dengan kuliah kerja nyata (KKN) dari Universitas Cendana Kupang di Desa Sadi, Desa Silawan dan Desa Tulakadi Kecamatan Tasifefo Timur.
Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Pascasarjana UGM, Dr. Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Belu atas sambutan hangat kepada mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah perbatasan.
Pemerintah Kabupaten Belu telah menerima dan menyambut dengan penuh kehangatan untuk para mahasiswa UGM dan Undana. Mahasiswa hadir untuk belajar dari masyarakat dan mengabdi di batas negeri.
Kesempatan yang sama, ia juga memberikan apresiasi kepada Darius Mauritsius, S.H., M.Hum, perwakilan Undana, atas kolaborasi strategis dalam pelaksanaan KKN 2025. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bagian dari program besar yang membawa dampak langsung bagi masyarakat, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Ia menuturkan, UGM diketahui menggelar program KKN empat kali dalam satu tahun, dan pada periode kedua 2025 ini, lebih dari 8.000 mahasiswa diterjunkan ke 35 provinsi di seluruh Indonesia.
Sedangkan untuk Provinsi NTT, mahasiswa disebar ke tujuh kabupaten, termasuk Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Rote Ndao, dan Belu. Di Kabupaten Belu, UGM dan Undana berkolaborasi secara khusus.
Khusus Kabupaten Belu, kami mengangkat Pemberdayaan Masyarakat melalui Optimalisasi Sumber Daya Lahan, yang bersinergi dengan program ketahanan pangan Undana, penanggulangan stunting, serta pengembangan potensi pariwisata lokal.
Ini sekaligus menjadi KKN perdana UGM di Belu setelah 10 tahun, sejak terakhir dilakukan pada tahun 2015.“Kami juga membawa misi besar yaitu penguatan kawasan perbatasan melalui program Cross Border Partnership yang ke depannya diharapkan bisa berkembang menjadi kerja sama internasional, termasuk dengan Timor Leste,” jelasnya.
Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada para kepala desa dan warga di Desa Sadi, Tulakadi, dan Silawan, yang telah menyiapkan tempat tinggal dan fasilitas penunjang bagi mahasiswa.
“Kami memohon maaf bila ada kekurangan dari kami dan adik-adik mahasiswa. Semoga interaksi selama KKN ini membawa kebaikan bersama,” tambahnya.
KKN UGM ini dirancang sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai kerakyatan dan nasionalisme UGM, yang mendorong mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat dan belajar dari kehidupan nyata di berbagai pelosok Indonesia.
“Tagline kami kali ini adalah ‘Halo Belu: Bersinergi, Mengabdi di Batas Negeri’. Ini bukan hanya program pengabdian, tetapi juga bentuk perjuangan mahasiswa sebagai agen perubahan,”Ujarnya
Kegiatan KKN dijadwalkan berlangsung selama dua bulan ke depan dan diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama berkelanjutan antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat perbatasan.***

