Oplus_16908288
primamultimedia,com. Atambua Pemerintah Kabupaten Belu melaksanakan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Kabupaten Belu.
Pra Musrenbang merupakan upaya strategis percepatan untuk menanggulangi penurunan angka stunting tematik berlangsung di Aula BP4D Kabupaten Belu. Selasa 3 Juni 2025.
Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonzalves secara resmi membuka kegiatan Pra Musrenbangdan sekaligus menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah konkrit mengatasi stunting yang masih menjadi tantangan serius.
Sebab berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Belu masih berada pada angka 48,1%. Sedangkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menempatkan Belu pada peringkat keempat tertinggi di Nusa Tenggara Timur dengan angka 44,3%. Meskipun menunjukkan penurunan, target tahun ini sebesar 42,5% dan tahun depan 41,0% masih perlu upaya lebih intensif untuk dicapai.
Ia juga menegaskan pentingnya pelaksanaan aksi konvergen pencegahan dan percepatan penurunan stunting, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri melalui Surat Nomor 400.5.7/1685/Bangda tanggal 17 Maret 2025.
“Selain itu, fokus utama pada tahun 2025 adalah refocusing kelompok sasaran, penguatan peran kecamatan, transformasi digital, dan perubahan indikator kinerja layanan aksi konvergensi,”ujarnya
Musrembang tematik ini menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk berkolaborasi menyusun strategi menyeluruh dalam menangani berbagai faktor penyebab stunting, seperti akses layanan kesehatan, ketersediaan pangan bergizi, dan edukasi pola makan seimbang.
Dirinya juga mengingatkan agar kegiatan sejenis terus dilaksanakan di tingkat desa dan kecamatan untuk memastikan solusi yang dirumuskan tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Dengan sinergi yang baik, diharapkan rencana aksi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara efektif demi menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, serta perwakilan dari universitas, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pendamping pembangunan di Kabupaten Belu.
Dengan tekad bersama dan kerja nyata, Pemerintah Kabupaten Belu terus bergerak cepat menjadikan Musrembang Tematik Stunting sebagai momentum perubahan demi terwujudnya generasi masa depan yang lebih sehat, berkualitas, dan berdaya saing***

