Oplus_16908288
primamultimedia.com, Atambua Tiga Atlet difabel sumbang 3 emas dan 2 perak untuk Kabupaten Belu dalam ajang Pekan Paralympic Pelajar Daerah (Peparperda) NTT III Tahun 2025
Kabupaten Belu juara II umum dalam pekan olahraga Paralympic Pelajar Daerah yang digelar di Stadion Oepoi, Kota Kupang provinsi NTT.
Sementara itu, Kota Kupang keluar sebagai juara umum dengan koleksi 12 emas, 11 perak, dan 10.
Berikut ketiga atlet peraih medali tersebut yakni Jeka Dasilva (19) tuna daksa (tangan dan kaki meraih 1 medali Emas dengan Lari 100 meter putra
Januarius Janikus Loi (16), tuna rungu dan tuna wicara meraih 1 medali Emas Lari 100 meter putra dan 1 medali Emas Lari 200 meter putra. Simon Resi (18) tuna grahita 1 medali Perak untuk Lari 400 meter putra dan 1 medali Perak Lari 800 meter putra.
“Dari tiga atlet yang kami bawa, kami berhasil meraih lima medali, tiga emas dan dua perak. Ini sangat luar biasa dan kami keluar sebagai juara umum kedua,” ujar Samuel.
Kepada media Samuel menjelaskan NPCI Kabupaten Belu baru terbentuk secara definitif pada tahun 2022 dan telah memiliki SK dari provinsi serta perwakilan pusat.
Namun demikian, ia mengaku selama ini belum mendapat perhatian yang memadai dari pemerintah. Sebab menurutnya, para tidak cukup hanya semangat, tapi perlu dukungan nyata berupa anggaran.
“Kami sempat kesulitan merekrut dan membina atlet karena minimnya dukungan, terutama dari sisi pendanaan. Atlet-atlet ini butuh pelatihan rutin, suplemen, dan perlengkapan yang layak,” Kata Samuel.
Ia menambahkan, pihaknya sudah bertemu dengan Plt Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga dan juga sudah didengar Bupati Belu, Willybrodus Lay, dan semoga ini mendapat sinyal positif terkait rencana penguatan pembinaan ke depan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga
“Kami dari kelompok disabilitas kabupaten Belu salut dan apresiasi kepada Pak Wily Lay dan pak Vicente untuk memperhatikan kelompok disabilitas dalam program prioritasnya,” ujarnya
Kedepan, ia berharap NPCI Belu bisa menjaring lebih banyak atlet dari sekolah-sekolah dan komunitas penyandang disabilitas.***

