Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua
Suku kemak Leolima mengelar tradisi Pule Sele/Sau Lele atau persembahan hasil panen untuk sang Pencipta dan Leluhur
Salah satu tradisi unik yang hingga kini masih dilestirakan oleh para anggota Suku Kemak Leolima Pule Sele yang berarti pesta syukuran pasca panen Jagung yang berlangsung dari tanggal 11-12 Juni 2026
Suku Kemak Leolima ini dinaungi oleh suku tertua Duadero yakni Suku Leadato Uma Boteng. Suku Leadato Uma Boteng yang memimpin dan menaungi seluruh suku Duadero yakni Suku Liskaur, Suku Patadang, Suku Ilat Henang, Suku Patrui dan Suku Manebiing.
Biasanya setiap kepala keluarga Suku Kemak Leolima, akan membawa Pule Sele. tradisi adat Pule Sele ini diartikan sebagai persembahan dan syukuran kepada Sang Pencipta, Leluhur dan Nenek Moyang atas hasil panen yang diberikan.
Mewakili Suku Kemak Leolima Umaklaran Frater Fredinandus Bere menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak hingga terlaksananya kegiatan Pule Sele/Sau Lele di Desa Umaklaran
Menurutnya, Pule Sele/Sau Lele adalah tradisi tahunan yang selalu dibuat untuk mempersembahkan hasil panen kepada sang pencipta
Dijelaskan Frater, Bicara soal Pule Sele secara harafiah sebagai ritual adat patah jagung dan begitu banyak nilai yang terkandung didalamnya.
Jadi, Pule Sele sebagai ritual adat masyarakat kemak Leolima Deza Umaklaran atas berkat yang mereka terima dari kemurahan Tuhan sebagai sang pencipta
Sementara, Kadis Parawisata Kabupaten Belu Januaria Nona Alo S.Ip menyampaikan, kehadiran Pemerintahan pada kegiatan ritual adat Pule Sele atau Sau Lele sebagai bentuk dukungan terhadap eksistensi adat istiadat yang berada di tengah masyarakat.
Bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Belu, melalui Dinas Parawisata sudah mengajukan tradisi Pule Sele atau Sau Lele kepada kementerian Kebudayaan untuk ditetapkan sebagai warisan budaya Takbenda.
“Saat ini, kita sangat membutuhkan dukungan doa untuk proses perjuangan sehingga tradisi Pule Sele bisa masuk dalam warisan budaya Takbenda”, harapnya
Untuk diketahui, kegiatan tahun ini di fasilitasi oleh Komunitas Eleazer di dukung oleh kementerian kebudayaan.
Turut hadir dalam kegiatan ritual adat Pule Sele atau Sau Lele, Dinas Parawisata Kabupaten Belu, dan Institut Seni Indonesia Surakarta Solo, Kepala Desa Umaklaran,Babinsa, Babinpol Umaklaran***

