Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di dalam lapas terus digenjot oleh Lapas Kelas IIB Atambua melalui pembinaan kemandirian di bidang pertukangan bangunan.
Pelatihan ini dihadirkan untuk menanamkan pengetahuan baru sekaligus mengasah keahlian teknis warga binaan. Bekal keterampilan nyata inilah yang nantinya menjadi modal utama mereka untuk berwirausaha atau mencari nafkah saat kembali ke masyarakat.
Sebagai implementasi langsung dari pelatihan tersebut, pada Rabu (10/6/2026), para warga binaan diterjunkan langsung dalam proyek rehabilitasi rumah dinas serta perbaikan desain interior kantor Lapas.
Keterlibatan aktif ini menjadi bukti nyata bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang produktif jika diberikan wadah dan bimbingan yang tepat.
Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Da Costa menyatakan bahwa pelibatan warga binaan dalam renovasi fasilitas kantor ini merupakan bagian dari metode pembelajaran praktis.
Tak hanya sekadar belajar, Kalapas juga memastikan bahwa keringat dan kerja keras para warga binaan tetap dihargai secara profesional.
“Dalam kegiatan ini, mereka tetap akan mendapatkan premi atau upah premi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini adalah bentuk apresiasi sekaligus stimulus agar mereka makin bersemangat,” ujar Kalapas Atambua.
Lebih lanjut, Kalapas berharap agar para warga binaan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan terus mengembangkan skill pertukangan mereka secara maksimal.
Tak hanya itu, Sektor konstruksi dan pertukangan bangunan selalu memiliki peluang kerja yang besar di luar sana. Selama proses renovasi berlangsung, pengawasan melekat tetap dilakukan oleh petugas Lapas demi menjaga keamanan tanpa mengurangi ruang gerak produktif mereka.
Petugas Pengawal, Didik Sukabir yang mengawal jalannya kegiatan menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja dan ketertiban menjadi prioritas utama.
“Kami melakukan pengawalan secara humanis namun tetap waspada. Selain memastikan situasi aman, kami juga memantau keselamatan kerja para warga binaan agar proses pertukangan ini berjalan lancar dari awal hingga selesai,” ungkap Didik.
Peluang belajar ini disambut dengan antusias tinggi oleh para warga binaan yang terlibat. Salah seorang warga binaan berinisial Benyamin Metkolo mengekspresikan rasa terima kasihnya atas kesempatan berharga dan apresiasi berupa premi yang akan mereka terima.
“Kami sangat senang karena tidak hanya diajarkan teorinya saja, tapi langsung praktik membangun. Ini jadi modal skill berharga untuk saya kerja nanti setelah bebas. Ditambah lagi, kami juga dapat premi dari hasil kerja keras ini, jadi kami merasa sangat dihargai,” kata Benyamin.
Dengan adanya pelatihan praktis ini, kegiatan pembinaan di Lapas Atambua diharapkan dapat berjalan secara lebih konkret, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui program yang terukur ini, Lapas Atambua optimis dapat menciptakan Warga Binaan yang jauh lebih mandiri, percaya diri, dan siap berkontribusi secara positif serta diterima kembali dengan baik di tengah masyarakat***

