primamultimedia. Com. Atambua Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Belu kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia selama 8 tahun berturut-turut atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2025.
Penghargaan tertinggi dalam ranah opini laporan keuangan ini diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Bupati Belu, didampingi oleh Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, Sekwan, Kepala BPKAD dan Plt. Inspektur Inspektorat yang berlangsung di Kantor BPK Perwakilan NTT, Selasa (9/6/2026).
Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran Perangkat Daerah serta seluruh elemen masyarakat Belu.
Menurutnya, predikat WTP ini bukan sekadar piala bergilir, melainkan cerminan dari kerja keras, kedisiplinan, dan sinergi yang kuat dalam mengelola uang rakyat.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama. Mempertahankan predikat WTP jauh lebih sulit daripada meraihnya. Ini membuktikan bahwa sistem pengawasan internal dan komitmen ASN di Kabupaten Belu berjalan dengan sangat baik demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Belu.
Meskipun meraih opini tertinggi, BPK tetap memberikan beberapa catatan dan rekomendasi yang bersifat administratif untuk ditindaklanjuti. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Belu akan segera menyelesaikan catatan-catatan tersebut dalam waktu dekat guna menyempurnakan administrasi keuangan ke depan.
Tak hanya itu, dengan diraihnya kembali opini WTP untuk LKPD TA 2025 ini, Pemkab Belu semakin mengokohkan posisinya sebagai salah satu kabupaten di wilayah perbatasan yang konsisten dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Diharapkan keberhasilan ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Belu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.***

