Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, memimpin Forum Group Discussion (FGD) Perencanaan Masterplan Pengembangan Kawasan Perkotaan Atambua.
Forum Group Discussion (FGD) Perencanaan Masterplan Pengembangan Kawasan Perkotaan Atambua berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Kamis 30 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan tim Perencana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang dipimpin oleh Profesor Arif memaparkan laporan antara yakni penentuan deliniasi 3 kawasan, desain RTH dan Museum, Analisa relokasi warga tidak layak huni dan legalitas masterplan.
Dalam sambutannya, Bupati Willybrodus Lay menegaskan pentingnya penataan kota mengingat posisi Atambua yang sangat strategis di yang berbatasan langsung dengan negara Tetangga Timor Leste.
Atambua merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang berbatasan langsung dengan ibu kota negara lain, yaitu Dili, Timor Leste, yang hanya berjarak sekitar tigapuluh menit perjalanan.
“Kita ini adalah beranda depan Indonesia. Orang dari Timor Leste akan membandingkan apa yang mereka lihat di Dili dengan Atambua. Oleh karena itu, kota harus terlihat cantik, namun yang tak kalah penting, pertumbuhan ekonominya juga harus terjadi,” tegas Bupati Lay.
“Efisiensi anggaran boleh dilakukan, tapi tidak boleh ada efisiensi semangat untuk membangun. Semangat itu harus datang kuat dari perbatasan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bupati Belu berharap kehadiran empat profesor dan tim ahli dari UGM, sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, dapat memberikan arahan dan solusi konkret demi kemajuan Kabupaten Belu.
Kegiatan FGD ini dihadiri oleh Staf Khusus Bupati, Asisten Sekda, pimpinan Instansi Vertikal, Kepala OPD, Camat, Lurah, serta tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda***

