primamultimedia.Com. Atambua Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian, memberikan materi sosialisasi bertajuk Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan Fisik dan Verbal.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan siswa-siswi tingkat SLTA se-Kabupaten Belu dan Tokoh masyarakat yang berlangsung di SMAN 1 Atambua, Kamis 16 April 2026.

Ny. Tri Tito Karnavian menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terus meningkat setiap tahun.
Menurutnya, Data menunjukkan pada tahun 2023 terjadi 289 ribu kasus, naik menjadi 330.097 kasus pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 376.527 kasus pada 2025.
Melalui kader PKK yang ada, kita targetkan bisa meredam dan mencegah angka ini turun. Jika setiap kader bisa mencegah satu kasus, maka dampaknya akan sangat besar bagi negara,” ujarnya.
Tak hanya itu, kekerasan merupakan bentuk “penjajahan baru” yang harus ditolak, sama seperti kita mempertahankan kemerdekaan dari penjajah fisik. Budaya kekerasan, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan, tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa Indonesia.
Selain itu, dalam menghadapi visi Indonesia Emas 2045, Ny. Tri Tito mengingatkan para pelajar bahwa mereka adalah bonus demografi yang diharapkan menjadi kekuatan, bukan beban negara.
Ia menekankan pentingnya membentuk karakter yang tangguh.”Jangan menjadi generasi strawberry, yang kelihatannya bagus tapi lembek dan mudah hancur kalau disentuh. Kalian harus menjadi generasi yang kuat, berintegritas tinggi, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab agar mampu bersaing secara global,” tegasnya.
Selain soal perlindungan diri, dalam kesempatan ini juga disosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya mengurangi penggunaan plastik. Mengingat sampah plastik butuh waktu hingga 400 tahun untuk terurai, ia mengajak siswa mulai membiasakan membawa tempat minum sendiri ke sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PKK menyerahkan bantuan sembako kepada perwakilan masyarakat serta penyerahan 10 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi siswa-siswi yang sudah memenuhi syarat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Belu, serta seluruh peserta sosialisasi dari berbagai sekolah menengah atas di wilayah Kabupaten Belu***

