Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua. Pemerintah Kabupaten Belu dan Kepolisian resort Belu melepas secara resmi bantuan kemanusiaan untuk korban bencana gempa bumi di Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pelepasan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Flores dihadiri oleh Wakil Bupati Belu, Vicente Hormai Gonzales dan Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, Kalak BPBD Belu dr. drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty.
Sesuai pantauan media, pelepasan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi di Flores berlangsung di halaman Mapolres Belu. Rabu 26 Agustus 2026.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hormai Gonzales saat diwawancarai menyampaikan, hari ini Pemerintah Kabupaten Belu dan Polres Belu secara resmi melepas bantuan kemanusiaan sebagai wujud kepedulian terhadap korban gempa bumi di Flores Provinsi NTT.
Menurut Wakil Bupati Belu, bantuan ini merupakan kloter terakhir dari Pemerintah Kabupaten Belu dan Polres Belu untuk korban gempa bumi di Flores.
Lanjutnya, Vicente Hormai, semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi korban gempa di Flores.
“Kita tetap membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menyumbang bisa melalui kantor BPBD Kabupaten Belu,” ujar Wakil Bupati Belu
Sementara Kapolres Belu AKBP I Gede Putra Astawa menambahkan, logistik yang disalurkan merupakan akumulasi dari penggalangan donasi oleh seluruh jajaran Polsek di Kabupaten Belu serta partisipasi aktif masyarakat yang peduli dengan bencana gempa di Flores.
Hal senada di sampaikan Kepala BPBD Kabupaten Belu, drg. Ansilla Maria Eka Mutty, menyampaikan bantuan kloter pertama yang dikirim sebelumnya telah tiba di Flores dan diterima oleh BPBD Provinsi NTT untuk didistribusikan ke titik pengungsian, termasuk Kabupaten Ende.
Dijelaskan Kalak BPBD Belu, seluruh mekanisme penyaluran logistik menerapkan prosedur satu pintu melalui BPBD Provinsi NTT di Kupang agar pendistribusian di lapangan terarah dan tepat sasaran.
”Barang bantuan dari masyarakat dan Polsek-Polsek dijadikan satu atas nama Pemda Belu, dengan pengawalan Polres Belu menuju posko pusat di Kupang yang dikoordinir BPBD Provinsi,” terangnya.
Lanjut Kalak BPBD Belu, meskipun pengiriman massal resmi dihentikan pada kloter kedua ini, posko di Kantor BPBD Belu tetap terbuka menerima bantuan warga secara mandiri tanpa seremonial pelepasan.
Namun, pihak BPBD mengeluarkan imbauan terkait jenis bantuan yang diprioritaskan. BPBD Belu untuk sementara waktu menolak bantuan berupa pakaian bekas atau pakaian layak pakai.
”Untuk sementara kami belum menerima pakaian bekas. Bantuan yang diutamakan saat ini adalah air mineral, beras, kebutuhan bayi, pembalut, selimut, terpal, obat-obatan, serta makanan siap saji seperti mi instan dan abon,” tegas Ansilla.
Masyarakat yang hendak menyalurkan donasi prioritas tersebut dapat langsung menyambangi Kantor BPBD Kabupaten Belu untuk selanjutnya diatur jadwal pengirimannya menuju Flores***

