Oplus_16908288
primamultimedia.Com. Atambua. Bupati Belu Wilybrodus Lay melakukan rangkaian kunjungan kerja intensif selama dua hari di Jakarta.
Kegiatan tersebut guna memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan iklim dan memperkuat jaringan perlindungan sosial bagi masyarakat Rai Belu. Senin, 20-21 April 2026.
Kunjungan kerja Bupati Willy Lay itu diawali dengan menghadiri arahan Menteri Pertanian RI terkait strategi nasional menghadapi fenomena El Nino.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Pusat menekankan pentingnya percepatan tanam dan optimalisasi manajemen air yang bertujuan untuk menjaga kedaulatan pangan di tengah ancaman kemarau panjang.
Selanjutnya Bupati Willy Lay juga melakukan pertemuan dengan tiga pimpinan lembaga internasional sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan perempuan melalui aksi nyata pemberdayaan ibu dan anak.

Tiga lembaga Internasional itu diantaranya, Implementation Director 1000 Days Fund, untuk menjajaki kolaborasi inovatif dalam intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang bertujuan untuk penanganan masalah stunting. Country Director ChildFund International Indonesia mengenai potensi penguatan sistem perlindungan anak, akses pendidikan, dan peningkatan mata pencaharian bagi keluarga rentan.
Sementara itu dengan Yayasan Plan International Indonesia, Bupati Willy Lay membahas perluasan akses air bersih, sanitasi (WASH), serta pengembangan ekonomi yang berfokus pada ketahanan keluarga.
“Kunjungan ini bukan sekadar diskusi, tapi langkah konkret untuk mengintegrasikan sumber daya pusat dan mitra global ke dalam pembangunan di Belu. Fokus kita jelas, rakyat harus tetap makan meski kemarau, dan anak-anak Belu harus tumbuh sehat bebas stunting serta terlindungi hak-haknya,” ujar Bupati Willy Lay.

Bupati Willy Lay mengatakan dengan rencana kolaborasi itu, diharapkan Belu menjadi lebih siap menghadapi volatilitas cuaca ekstrem, terjadinya perbaikan gizi sejak dini dan jaminan pendidikan akan melahirkan generasi emas Belu yang kompetitif juga akan mendorong pengembangan ekonomi lokal karena pendekatan kolaborasi ini akan menarik lebih banyak investasi sosial (CSR/NGO) masuk ke desa-desa di Belu, mengurangi ketergantungan hanya pada APBD.
Dalam kunjungan itu Bupati Belu juga melakukan pertemuan dengan pimpinan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga untuk penandatanganan MoU (perjanjian kerjasama) di bidang pendidikan, pengembangan SPBE/Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, juga menjajaki peluang kolaborasi segitiga antara Pemerintah Kabupaten Belu, UKSW dan dan Society College Belanda.***

