Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua. Kain tenun Belu bukan sekedar helai kain tetapi memiliki ciri chas dengan nilai historisnya.
Proses kain tenun sendiri dapat dikerjakan selama kurang lebih empat hari hingga dua bulan tergantung pada bahan dan motif yang di pakai. Rabu 30 September 2026
Ketua Dekranasda Belu, Lidvina Viviawati Lay menuturkan, proses menenun kain tenun motif Belu tidak dapat disamakan dengan produksi industri modern.
Lanjutnya, kain tenun lahir di teras rumah. Di rumah adat. Di tengah kesibukan rumah tangga. Di tangan para mama yang tekun menyusun benang demi benang.
Menurut Ketua Dekranasda Belu yang akrab di sapa. Ny. Vivi Lay menuturkan, sangat dibutuhkan ketelitian serta kesabaran untuk menghasilkan satu motif kain tenun ikat.
Dijelaskan Ny. Vivi Lay, kain tenun ikat Belu dengan motif tradisional dikerjakan dari tangan mama -mama penenun dengan jangka waktu yang cukup lama.
“Kami dari Dekranasda Belu membawa hasil tenun ikat motif tradisional dari mama -mama untuk di promosikan di panggung nasional,” ujar Vivi Lay.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dekranasda Belu akan selalu memberikan perhatian, pendampingan serta menyiapkan pemasarannya.
Ny. Vivi Lay berharap, Dari Belu untuk Indonesia, kain tenun ikat bisa tetap eksis di panggung nasional***

