primamultimedia. Com. Atambua Anggota DPRD Belu dari fraksi PDI Perjuangan Gede Manek Sugiartana melakukan reses atau penyaringan aspirasi masyarakat.
Reses atau penyaringan aspirasi masyarakat berlangsung di Desa Teun Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu. Selasa 11 Agustus 2026
Dalam reses yang dilakukan oleh anggota DPRD Belu Gede Manek Sugiartana mendapatkan beberapa keluahan masyarakat seperti infrastruktur jalan Tasain-Rafae dan jembatan Rafae yang hingga saat ini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah untuk dibangun serta minimnya fasilitas pendukung pertanian, seperti traktor dan mesin rontok, pupuk hingga air bersih termasuk program MBG (makan bergizi gratis) yang belum dirasakan oleh masyarakat diwilayah setempat.
Selain itu, Kepala Desa (Kades) Teun, Agustinus Min yang turut hadir bersama sejumlah warga pada kegiatan reses tersebut memberikan apresiasi atas kegiatan reses yang digelar anggota DPRD dari Fraksi PDI-P itu.
“Atas nama masyarakat Desa Teun kami menyampaikan apresiasi atas kegiatan reses ini. Dengan kehadiran Bapak Gede ditempat ini kami berharap agar apa yang menjadi keluhan dan kesulitan masyarakat dapat diperjuangkan dan diwujudkan,” ujar Kades Agustinus Min.
Tak hanya itu, ia berharap kehadiran DPRD pada masa reses untuk mengunjungi dan melihat dari dekat keluhan dan kesulitan yang dialami masyarakat di desa.
“Kami minta aspirasi masyarakat tolong diperjuangkan. Terutama pembangunan ruas jalan Tasain-Rafae dan jembatan yang menghubungkan ruas jalan itu. Karena ini sudah sering diusulkan tapi tidak ada realisasi sama sekali. Padahal ruas jalan itu untuk membuka akses dan memperlancar mobilitas masyarakat di desa ini,” ungkap Agus Min.
Menanggapi usulan warga, politisi Partai berlambang banten itu menegaskan bahwa terkait jalan longsor Teun telah dikonsultasikan ke pihak PUPR Propinsi NTT untuk ditindak lanjuti.
“Jalan longsor tidak hanya Teun tetapi satu titik di Wedomu juga kami sudah konsultasikan ke PUPUR Propinsi NTT, tetapi disampaikan bahwa telah disurvei hanya saja kondisi tanah tidak labil sehingga terjadi longsor terus termasuk anggaran untuk penanganan juga di APBD tidak disediakan.
“Tapi kami telah menegaskan bahwa untuk anggaran 2027 supaya dikerjakan dengan baik,” tegas yang akrab disapa Gede.
Lebih lanjut dikatakan bahwa terkait usulan lain tetap menjadi catatan untuk diperhatikan dalam sidang DPRD Kabupaten Belu.
“Ditegasnya Gede Manek, untuk usulan yang berhubungan dengan APBD Kabupaten, kami tetap fokus untuk memperjuangkan keluhan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat banyak dengan tetap melihat ketersediaan dan kemampuan anggaran pemerintah,” tutupnya

