Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Jakarta. Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Kamis (1/10/2026), untuk membahas penguatan pelestarian budaya dan rencana pembangunan Museum Perbatasan di Kabupaten Belu.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Belu menegaskan bahwa Belu bukan sekadar wilayah perbatasan Indonesia–Timor-Leste, tetapi juga memiliki sejarah panjang, kekayaan budaya, dan warisan leluhur yang perlu dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurutnya, berbagai peristiwa sejarah yang berlangsung di tanah Belu, serta kekayaan budaya seperti tenun tradisional, artefak dan peninggalan sejarah lainnya, merupakan identitas daerah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.
Karena itu, pembangunan Museum Perbatasan di Kabupaten Belu diharapkan menjadi lebih dari sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum tersebut dirancang sebagai ruang edukasi, pusat informasi sejarah, sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Timor dan sejarah kawasan perbatasan kepada masyarakat luas.
Selain membahas museum, Bupati Belu juga mengundang Menteri Kebudayaan beserta jajaran untuk menghadiri Festival Fulan Fehan 2027. Undangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam melestarikan sekaligus mempromosikan budaya Belu ke tingkat nasional dan internasional.
Melalui audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Belu berharap dukungan dan sinergi dengan pemerintah pusat dapat memperkuat upaya pelestarian sejarah dan budaya sekaligus menjadikan Belu sebagai salah satu pusat pengembangan dan promosi budaya di kawasan perbatasan
Turut dihadiri Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Direktur Sejarah dan Permuseuman Endah Budi Heryani, Executive Director Yayasan Arsari Djojohadikusumo Catrini Pratihari Kubontubuh, serta Ketua TP PKK Kabupaten Belu.***

