primamultimedia. Com. Atambua. Tim Komite Olahraga Nasional Indonesia( KONI) pusat melakukan pemantauan venue olahraga di Kabupaten Belu.
Pemantaun venue olahraga oleh tim Koni Pusat, Koni NTT, Bupati Belu serta Koni Belu berlangsung di stadion Haliwen dan GOR LA Bone dan Unhan Belu. Jumat 16 Oktober 2026.
Kepada media, Kolonel Arm. Muhammad Asyik sebagai perwakilan Koni Pusat menyampaikan terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian dalam menilai kesiapan venue di Kabupaten Belu, masing-masing fasilitas kesehatan, dan akomodasi maupun transportasi.
Menurutnya, secara umum fasilitas kesehatan dan akomodasi di Kabupaten Belu dinilai cukup memadai. Namun, venue untuk cabang olahraga tertentu, terutama rugby dan sepak bola, masih perlu disesuaikan dengan standar teknis yang ditetapkan oleh induk organisasi masing-masing.
“Kalau saya melihat, untuk dua faktor, yakni akomodasi dan kesehatan, sudah cukup baik. Tinggal dikoordinasikan dan dipersiapkan lebih lanjut. Tetapi, untuk lapangan sepak bola dan rugby, kita harus menyesuaikannya dengan spesifikasi teknis dari induk organisasi atau pengurus besar masing-masing,” ujarnya.
Dijelaskannya, pemenuhan standar venue membutuhkan koordinasi dengan pengurus besar cabang olahraga terkait. Hal ini penting agar fasilitas yang disiapkan memenuhi persyaratan teknis untuk penyelenggaraan pertandingan tingkat nasional.
Sementara itu, untuk cabang olahraga pencak silat, Kolenel Asyik menilai GOR L.A. Bone Atambua memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat pertandingan sekaligus pusat pembinaan atlet di Kabupaten Belu.
Dilanjutkan, fasilitas tersebut telah memiliki sejumlah sarana pendukung sekira 50 persen, tetapi masih membutuhkan penyempurnaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal
.“Harapannya, bangunan ini bisa diperbaiki atau disempurnakan sehingga nantinya bisa menjadi pusat pembinaan bagi atlet Belu. Kita tahu bahwa dari Belu sudah muncul pesilat yang berprestasi hingga tingkat internasional,” katanya.
Selain itu, penyelenggaraan pertandingan juga harus didukung fasilitas kesehatan dan keselamatan yang memadai bagi atlet, official, serta penonton. Akses menuju rumah sakit dan kesiapan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam perencanaan penyelenggaraan
Lanjutnya, dari hasil peninjauan venue di Kabupaten Belu akan dilaporkan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan lebih lanjut dalam proses penentuan lokasi penyelenggaraan cabang olahraga pada PON 2028.
Ditegaskannya, hasil peninjauan tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi teknis. Penetapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Kabupaten Belu tetap menunggu hasil pembahasan dan keputusan.
Pemerintah Kabupaten Belu bersama KONI dan pemangku kepentingan terkait diharapkan terus berkoordinasi untuk menindaklanjuti berbagai catatan hasil visitasi, terutama terkait pemenuhan standar venue pertandingan.
Sebab menurutnya, menjadi tuan rumah PON juga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi Kabupaten Belu sebagai daerah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste***

