Oplus_16908288
primamultimedia. Com. Atambua. Ketua Dekranasda Kabupaten di, Lidwina Viviawaty Ng Lay secara langsung memantau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ibu-ibu penenun.
Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian Dekranasda Kabupaten Belu terhadap kesehatan dan kesejahteraan para penenun yang selama ini menopang pelestarian tenun sekaligus ekonomi keluarga yang berlangsung di Puskesmas Haliwen. Rabu 14 Oktober 2026
Peninjauan yang di lakukan oleh Ketua Dekranasda Belu Lidvina Viviawati Ng Lay di fokuskan pada pelayanan mulai dari pendaftaran pasien, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian obat.
Ketua Dekranasda Belu, Lidvina Viviawati Ng Lay menegaskan, pendampingan terhadap mama-mama penenun tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan dan produk tenun, tetapi juga harus memperhatikan kondisi kesehatan mereka.
“Kami berpikir bahwa selain pembinaan dan pendampingan, kami juga perlu memperhatikan kesejahteraan mama-mama penenun, salah satunya melalui pemeriksaan kesehatan dengan memanfaatkan program pemerintah, yakni Cek Kesehatan Gratis,” ujarnya.
Selain itu, Bunda Vivi kembali mengingatkan para penenun memperhatikan kesehatan, ketika lelah harus beristirahat dan juga harus menjaga pola makan dan mengikuti anjuran tenaga medis.
Bunda Vivi juga kembali mengimbau peserta yang mengalami gangguan kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan mengonsumsi obat sesuai petunjuk tenaga medis.
Tak hanya itu, bagi mama-mama yang mengalami gangguan penglihatan, ia mendorong agar segera memeriksakan mata untuk mendeteksi kemungkinan katarak sejak dini.
“Jangan menunggu sampai keluhan semakin berat. Kalau ada gangguan kesehatan, segera periksa dan ikuti anjuran tenaga kesehatan,” pesannya.
Ketua TP PKK Kabupaten Belu ini juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Kepala Puskesmas Haliwen, dan seluruh tenaga kesehatan yang telah mendukung serta memberikan pelayanan kepada para penenun.
Pelayanan serupa dapat menjangkau ibu-ibu penenun di seluruh wilayah Kabupaten Belu agar mereka memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah peserta diketahui mengalami keluhan atau faktor risiko kesehatan, di antaranya tekanan darah tinggi, asam urat, dan gangguan penglihatan.
Untuk diketahui, Pelayanan kesehatan bagi ibu – ibu penenun dari wilayah kerja yang mencakup Desa Sadi, Desa Umaklaran, Desa Kabuna, dan Kelurahan Manumutin.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan IVA Test bagi peserta perempuan usia produktif.***

